Menggugah Nurani Menebar Peduli lite version  english version  versi bahasa indonesia
SITUS RESMI LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU
    Gedung Graha Peduli PKPU Jl. Raya Condet No. 27-G Batu Ampar Jakarta Timur 13520
    Telp. (021) 87780015 Fax: (021) 87780013 email: customer_relation@pkpu.or.id
HOME PROFIL BERITA ARTIKEL KEUANGAN JEJARING PROGRAM ZAKAT GALERI BUKU TAMU
:: BERITA

Jumat, 08 Februari 2008
Apa Kabar Mitra
Darussalam, Semoga Diterima di Surga Darussalam


PKPU Online DEPOK − Sudah empat bulan Darussalam (23) tergolek lemah di tempat tidurnya. Pendidikannya yang cuma tamatan SMP hanya memungkinkan dirinya menjadi buruh harian lepas untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, penyakit komplikasi di lambung, dada dan lever tak membuatnya cukup kuat untuk melakukan pekerjaan itu.

Berbagai cara telah dilakukan Wahid (46) dan Marni (41), orangtua Darussalam, untuk menyembuhkan penyakit kronisnya. Wahid mengaku, ia telah mencari pinjaman pada tetangga, namun tetap nihil, tak ada seorangpun yang membantunya.

Usaha keduanya tak kalah keras, beberapa kali mereka juga telah menghubungi rumah sakit untuk mengajukan pengobatan gratis dan rawat inap putranya, namun ditolak meski telah mengantongi Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kecamatan Limo.

Setitik harapan agar putranya sembuh datang dari saran tetangganya untuk mengajukan bantuan kepada LAZ PLN P3B JB. Dengan penuh harap, bapak delapan anak ini mengajukan permohonanan bantuan kesehatan.

Hasilnya, awal Desember 2007 lalu, pihak LAZ PLN P3B JB mengucurkan bantuan kesehatan tahap pertama sebesar Rp. 1 Juta untuk biaya pengobatan. Wahid bersyukur permohonan bantuan kesehatannya dikabulkan.

Dengan bantuan itu, Darussalam akhirnya menjalani perawatan dan sempat dirawat inap. Namun, hal itu tak berlangsung lama karena Darussalam merasa tak betah dan meminta untuk rawat jalan saja. Akhirnya pihak keluarga mengizinkan dan membawa pulang Darussalam. Kemudian, bantuan kesehatan tahap kedua kembali diberikan sebesar Rp. 750 Ribu.

Namun, Allah memiliki kehendakNya sendiri. Dua pekan setelah menerima bantuan kedua, tepatnya tanggal 25 Desember 2007, Darussalam menghadap Yang Mahakuasa. Isak tangis pecah dan air mata pun mengalir dari sudut rumah duka di Jalan Madrasah RT 026 / 04 Kecamatan Limo, Kodya Depok.

Wahid sekeluarga mengikhlaskan takdir, ia tak menyesal meski harus meninggalkan pekerjaanya demi merawat anaknya dulu. Ia yakin, Allah SWT lebih mencintai putranya ketimbang cintanya sebagai orangtua kepada anaknya, Darussalam.

Meski telah ditinggalkan anaknya, Almarhum Darussalam, Wahid mengucapkan terimakasih kepada para donatur dan muzakki LAZ PLN P3B JB yang telah membantu biaya pengobatan anaknya saat sakit.

Ia berharap semoa Allah SWT membalas seluruh kebaikan donatur dengan pahala yang berlipat. Selain itu, Wahid juga berdoa agar seluruh dosa putranya diampuni dan segala kebaikannya diterima agar Darussalam bisa seperti namanya, diterima di Syurga Darussalam. Semoga saja. (Budi Essa/Lufti Avianto/LAZ PLN P3B JB)


 

:: RESUME
DEPOK - Sudah empat bulan Darussalam (23) tergolek lemah di tempat tidurnya. Pendidikannya yang cuma tamatan SMP hanya memungkinkan dirinya menjadi buruh harian lepas untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, penyakit komplikasi di lambung, dada dan lever tak membuatnya cukup kuat untuk melakukan pekerjaan itu.
:: BERITA
copyright (c) 2006 by PKPU