PKPU

Berita Korporasi

PAUD PKPU Wisuda 32 anak

Wednesday, May 22nd, 2013

PADANG – Apalah arti uang Rp 1000 untuk saat ini. Untuk bayar parkir dan ke toilet umum saja sekarang sudah Rp 2.000. Tetapi uang “recehan” Rp 1000 itu memiliki nilai tersendiri dalam meretas pendidikan orang-anak di PAUD Peduli PKPU Padang.

Dengan infak seribu rupiah setiap harinya, pada tahun ajaran 2013 ini, PAUD di pantai Pasir Jambak itu mewisuda sebanyak 32 orang siswanya. Bahkan, para siswa mampu merayakan kelulusannya itu dengan berdarmawisata ke keliling Kota Bukittinggi dan sekitarnya bersama guru, orang tuanya baru-baru ini.

PAUD Peduli Ummat  PKPU Padang ini telah berdiri sejak tahun 2007 yang semula didirikan sebagai posko siaga atau gerai siaga bencana gempa kerjasama antara PT Telkomsel dengan PKPU Padang. Pasca bencana, PAUD lokasinya tidak begitu jauh dari bibir pantai ini difungsikan untuk sarana pendidikan. Diperuntukan bagi pendidikan anak di usia diri dari masyarakat sekitar pantai yang tergolong keluarga kurang mampu.   
    
Kehadiran PAUD Peduli Ummat ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Awalnya, PAUD ini dijalankan secara gratis. Siswanya berasal dari anak-anak masyarakat tinggal di pesisir pantai Pasir Jambak. Namun karena terus bertambah siswa dan penambahan kebutuhan guru sehingga para orang tua bersepakat berinfak sebesar Rp 1000 per hari. Bagi yang tidak mampu tidak akan dibebani.
          
Nusyamsi, Kepala Sekolah PAUD Peduli Ummat mengungkapkan, sejak berdiri PAUD ini telah mewisuda sebanyak 4 angkatan. Kehadiran PAUD di perkampungan nelayan ini sangat berarti, karena minumnya sarana pendidikan  yang ada di kawasan itu. Untuk keluar kawasan menempuh jarak lebih dari 5 KM. Partisipasi para orang tua juga sangat tinggi, buktinya dalam Darmawisata dilakukan  tersebut, para orang tua “badoncek”  atau saweran untuk menyewa satu bus pariwisata.
          
“Dengan infak seribu sehari, Insyaallah aktivitas sekolah ini bisa kita lakukan selain adanya  dukungan dari PKPU,” kata Nursyamsi yang gigih bertahun-tahun memperjuangkan tetap eksisnya PAUD itu agar tetap berdiri bersama suaminya Zali.
          
Yanti, salah satu orang tua siswa mengungkapkan, mereka suka dengan PAUD ini karena selain biayanya sangat murah dan tenaga didik para ustadzah. Pola pendidikannya juga tidak kalah dibanding PAUD lainnya.

Selain mengajarkan anak-anak permainan, suasa islami juga terbentuk dalam proses belajar mengajar di PAUD ini. Iuran seribu itu menurutnya tidak memberatkan para orang tua. Justru mereka merasa senang adanya sarana pendidikan di sana sehingga dapat mendidik anak sejak dini.
          
Kepala Cabang PKPU Padang, Fatih Abdul Aziez, sesaat menjelang pelepasan darmawisata itu mengungkapkan terima kasih kepada masyarakat yang mempercayakan pendidikannya ke PAUD PKPU tersebut. Menurutnya masih banyak lagi anak-anak kurang mampu lainnya di Sumatera Barat membutuhkan sentuhan pendidikan yang layak sejak dini.

Melalui kesempatan itu Fatih juga mengajak segenap lapisan masyarakat bersama menyelamatkan pendidikan dengan menyisihkan sebagian rezeki mereka melalui PKPU Padang. (PKPU/Elfiyon/Padang)

Follow twitter: @PKPU
Fb Fanpage PKPU: PKPU Lembaga Kemanusiaan Nasional

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather