Perjalanan Dakwah ke Taiwan yang Menawan

31 Juli 2012 13:25

TAIWAN - Subhanallahu wal hamdulillah. Itulah kalimat yang paling tepat untuk mewakili hati dan jiwa ketika Allah memberikan kesempatan untuk uthlubul ‘ilma walau fish shin (tuntutlah ilmu meski sampai ke negeri China). Taiwan yang asalnya bagian dari negeri China kini merepresentasikan dirinya sebagai Republik Taiwan.

Hari Jumat, 27 Juli 2012 pukul 06.30 waktu Taiwan, Solikhin Abu Izzuddin sebagai tim Duta Da’i Ramadhan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU mendarat di Bandar Udara Taoyuan Taiwan dengan penerbangan GA 0852.

Tiba di Bandara Internasional Taoyuan Taiwan (Taiwan Taoyuan International Airport), ustad Solihin Abu Izzuddin yang akrab dipanggil Pak Shol disambut oleh ustad Zulhendri Hasymi perwakilan PKPU Taiwan dan Mas Cahyo Presiden FORMMIT (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia) di Taiwan. Bersamaan pula ada penjemputan tamu Ibu Dina, salah seorang Kabid di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

Inilah hari Jumat pertama yang dialami oleh Pak Shol di Masjid Besar Taipei dengan Khatib dan Imam, Imam Musa. Khutbah tentang zakat disampaikan dalam tiga bahasa, Arab, Inggris dan bahasa Taiwan. Usai shalat Jumat yang dimulai pukul 12.30 waktu Taiwan ini merupakan pengalaman pertama. Ini benar-benar mengesankan karena hari itu pula bertemu dengan Ustad Muslih dari Ponpes Al Hikmah Cirebon mewakili Ulama Nahdhatul ‘Ulama untuk menyapa warga nahdhiyin di Taiwan dan sekitarnya.

Usai buka puasa di Masjid Besar Taipei, penulis buku best seller ZERO to HERO bersama  Zulhendri Hasymi meluncur ke Masjid Longkang Chungli dengan kereta api local (Man-Man Che). Di Masjid Longgang Chungli ini tempat kaum muslimin Indonesia bermarkas dalam wadah FOSMIT (Forum Silaturahim Masyarakat Indonesia di Taiwan).

Dalam kajian pertama bakda tarawih membahas tema Inspirasi ZERO to HERO. Hadir diantaranya mas Daryanto, Darmanto, Firman, Firdaus dan beberapa rekan FOSMIT. Materi meluas membahas soal zakat dan sejarah kerjasama PKPU di Taiwan yang ditandatangani di Masjid Longkang Chungli di tahun 2010 bersama Deny Kurniawan dari PKPU Pusat dan Presiden KMIT Anto Budianto.

Malam pertama mengisi kajian merupakan momentum perkenalan yang sangat berkesan, sekaligus mengenalkan lebih dalam bagaimana agar kawan-kawan memaksimalkan potensi dirinya untuk bersama dakwah, yakni dengan TDM: temukan potensi, dahsyatkan potensi, dan manfaatkan potensi dari orang biasa menjadi luar biasa, ZERO to HERO.

Hari kedua, Sabtu 28 Juli 2012 Pak Shol hadir dalam rapat koordinasi ‘Sekolah Ramadhan’ plus manajemen zakat PKPU. Sekolah Ramadhan ini diadakan serentak tiap akhir pekan di beberapa tempat di Taiwan degan tema “Pesantren Ramadhan bersama Duta Da’i KMIT dan PKPU”

Sore jelang buka puasa, Pak Shol ditemani Ketua PKPU Taiwan ke Taipower Building MRT Station. Disini sudah menunggu Mas Arian untuk menemani perjalanan dengan kereta ke Tainan. Diawali naik MRT (Mass Rapid Transport) dari sini menuju stasiun THSR. Dengan tiket seharga @1350 NT alias Rp.400.000,- perjalanan ditempuh dalam waktu 19.00-20.45 waktu Taiwan, sebuah perjalanan yang sangat cepat karena Taiwan High Speed Rail (THSR) berkecepatan hingga 300 km per jam.

Luarbiasa. Sampai di Stasiun THSR Tainan, naik shuttle bus jurusan Tainan Park, namun salah naik bis THSR31 yang jurusan Tainan Metropolitan Park. Akhirnya turun di Dalin Village, karena bingung maka pindah naik taksi ke Tainan Park yang dimaksud. Benar-benar sampai di Tainan Park ternyata Pak Shol dan Arian dijemputnya di Stasiun Tainan, sehingga Taksi meluncur lagi ke Stasiun.

Bersyukur, ketemu dengan Ustad Tri yang diamanahi menjemput lalu meluncur bertiga naik motor dari station menuju Mic Mac lantai 4 untuk menemui saudara-suadara di Tainan yang sudah selesai shalat tarawih, sekitar pukul 21.30. Usai shalat, alhamdulillah bisa disajikan materi Integralitas Islam bagi para peserta, ada Pak Sholeh dari Indramayu, Warih dari Kebumen, Romi dari Ponorogo, Hartono Beru dari Banyuwangi, Zaini dan kawan-kawan.

Pagi usai sahur dan shalat shubuh dilanjutkan dengan bacaan zikir, Pak Shol menyampaikan materi keislaman dengan pembahasan seperti aqad nikah agar memudahkan pemahaman. Karena sudah Nampak lelah dan masih ngantuk, maka materi diselesaikan satu materi.

Setelah semuanya agak segar, pukul 11.00 para peserta diberi satu bonus materi ZERO to HERO agar mereka powerful dalam mengembangkan diri dan bersiap-siap menjadi HERO sejati yang SUPER, surgakan peranmu, surgakan perkataanmu, surgakan perbuatanmu, dengan spirit Big is Powerful, Medium is Wonderful, Small is Beautiful.

Perjalanan ini bener-bener berkesan karena ZERO to HERO selesai waktu dhuhur dan Pak Shol segera melanjutkan safari ke Kaoshiung City dengan kereta lokal kembali. Perjalanan dari Stasiun Tainan pukul 13.18 sampai di Stasiun Kaoshiung pukul 13.50 dan segera dijemput oleh Mas Habib dari Blitar dan Manto dari Malang. Bersepeda motor luar biasa menyusuri jalanan Kaoshiung sampai masjid Kaoshiung bertemu Mas Fauzi, Imam Musa dan Imam Husein.

Usai ashar, pukul 17.00 jelang buka puasa, Pak Shol mengemas materi keislaman dengan gambaran rumah bermediakan papan tulis dan spidol. Materi dengan spirit ‘isyhadu bianna muslimun, nahnu muslim qobla kulli syai-in, wa nahnu du’aat qobla kulli syai-in’ menjadi spirit teman-teman yang hadir makin banyak dekat waktu buka. Diselingi shalawat materi keislaman ditutup dengan doa. Semoga berbarokah. Happy Ramadhan. (PKPU/Zul/Shol/Taiwan)

Follow twitter: @PKPU
Fb Fanpage PKPU: PKPU Lembaga Kemanusiaan Nasional

telah dibaca 572 kali
Bookmark and Share
Tag: pkpu taiwan pkpu taiwan perjalanan dakwah dakwah ke taiwan

Lihat arsip berita »

Copyright © 2001-2013 - PKPU (Lembaga Kemanusiaan Nasional). Semua hak dilindungi.

Grha Peduli PKPU Jl. Raya Condet No. 27-G Batu Ampar Jakarta Timur 13520

Telp. 0804 100 2000 Fax: (021) 87780013 email: welcome@pkpu.or.id "26/05/13 : 11:26:27