Sumbang 12 ribu US Dollar
PKPU Bagikan Bantuan dari Baitul Maal USA di Kurao Pagang Padang
6 Juni 2010 19:13
PADANG − Bantuan dari luar negeri terhadap korban gempa bumi di Padang Sumatera Barat sampai saat ini masih terus mengalir. Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, Minggu (6/6/2010) kembali menyalurkan bantuan senilai US 12 ribu dollar atau sekitar Rp 110 juta yang berasal dari bantuan Baitul Maal United Stated of Amerika (USA).
Bantuan tersebut di antaranya diberikan kepada ratusan masyarakat di Kurao Pagang Dalam, Kecamatan Nanggalo Padang dalam bentuk bantuan sembako dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penyerahan bantuan itu disambut antusias oleh masyarakat. Agar bantuan diberikan tepat sasaran kepada para korban gempa, terlebih dahulu dilakukan pendataan dengan melibatkan masyarakat setempat. Sehingga dalam penyaluran bantuan yang dilakukan langsung oleh PKPU berjalan dengan baik sesuai dengan harapan penyumbang.
Perwakilan Manajer PKPU, Iwan Basuki dihadapan ratusan warga yang sudah menanti penyerahan bantuan itu mengungkapkan bahwa meskipun gempa telah berlalu sejak September 2010 silam, tetapi perhatian internasional masih tetap ada.
Sebab kebutuhan akan bahan sembako bukan hanya dibutuhkan beberapa hari setelah gempa saja. Buktinya masih banyak masyarakat korban gempa sampai saat ini belum mampu membangun kembali tempat tinggal mereka secara layak. Hal ini termasuk menjadi perhatian dari bantuan luar negeri tersebut.
Bantuan tersebut di antaranya diberikan kepada ratusan masyarakat di Kurao Pagang Dalam, Kecamatan Nanggalo Padang dalam bentuk bantuan sembako dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penyerahan bantuan itu disambut antusias oleh masyarakat. Agar bantuan diberikan tepat sasaran kepada para korban gempa, terlebih dahulu dilakukan pendataan dengan melibatkan masyarakat setempat. Sehingga dalam penyaluran bantuan yang dilakukan langsung oleh PKPU berjalan dengan baik sesuai dengan harapan penyumbang.
Perwakilan Manajer PKPU, Iwan Basuki dihadapan ratusan warga yang sudah menanti penyerahan bantuan itu mengungkapkan bahwa meskipun gempa telah berlalu sejak September 2010 silam, tetapi perhatian internasional masih tetap ada.
Sebab kebutuhan akan bahan sembako bukan hanya dibutuhkan beberapa hari setelah gempa saja. Buktinya masih banyak masyarakat korban gempa sampai saat ini belum mampu membangun kembali tempat tinggal mereka secara layak. Hal ini termasuk menjadi perhatian dari bantuan luar negeri tersebut.
