PKPU Hadiri Pertemuan Nasional Evaluasi dan Perencanaan Program Tuberculosis 2012
25 Januari 2012 12:01
SOLO - Sejak Selasa hingga Sabtu (24-28/1/2012) PKPU diwakili GM Pendayagunaan Ferry Suranto, Staf Monitoring and Evaluation TB Eni Nur Zuliani dan staf Finance TB Ika Ermawati menghadiri undangan dari Subdit TB Kemenkes RI yang digelar di Hotel Best Western, Solo, Jawa Tengah. Pembicara pada acara tersebut Prof dr Tjandra Yoga Aditama (Dirjen PP&PL), Drg Dyah Erti Mustikawati, MPH.
Kehadiran PKPU dalam event ini tak lepas dari kerjasama yang selama ini terjalin dengan berbagai pihak, salah satunya Kemenkes dan Dinas Kesehatan tingkat Provinsi sejak tahun 2008. Pertemuan Nasional ini juga dihadiri seluruh Kabid, Kasie dan Wasor dari seluruh Dinas Kesehatan di tingkat Provinsi, Mitra Kemenkes seperti KNCV, FHI, dan USAID dengan jumlah total peserta sebanyak 220 orang.
Pertemuan Nasional ini bertujuan untuk sarana evaluasi dan perencanaan penanggulangan program Tuberculosis (TB) dengan didukung oleh semua stakeholder di setiap wilayah pelayanan kesehatan sampai tingkat dasar dan langsung menyentuh manfaatnya ke masyarakat.
Bersyukur, banyak manfaat dari pertemuan tersebut, selain bertujuan sarana evaluasi dan perencanaan penanggulangan program TB, juga sarana mencari inovasi terbaru dlm penanganan program TB baik berbasis layanan pengobatan di unit pelayanan kesehatan (UPK) sampai bentuk exit strategi dalam meningkatkan keterampilan pasien yang sudah sembuh dari penyakit TB bisa bangkit perekonomiannya dan mandiri dalam mengatasi masalah kehidupannya.
Ditambah lagi, berdasarkan data yang dirilis Kemenkes, bahwa pasien TB sebagian besar adalah pasien dhuafa. Saat ini Indonesia masih di peringkat 4 di dunia untuk jumlah kasus TB setelah China, India dan Nigeria. Sehingga masih banyak kantong-kantong TB yang masih menyumbangkan temuan kasus TB, dimana juga terdapat kantong-kantong kemiskinan.
Melalui forum tersebut, PKPU didukung Kemenkes dan Dinas Kesehatan terkait untuk menjalankan program TB di wilayah Aceh, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Maluku. Daerah-daerah tersebut memang disupport dengan keberadaan Klinik Peduli PKPU yang memang sejak tahun 2000 memberikan pelayanan kesehatan kepada para mustahik dengan gratis. (PKPU/Ferry/Acep/Solo)
