Liputan Media: Untuk Korban Gempa
PKPU Padang Bagikan Bantuan 12.000 US Dollar
9 Juni 2010 09:51
PADANG − Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, Minggu (6/6/2010) kembali menyalurkan bantuan senilai 12.000 US Dollar atau sekitar Rp 110 juta yang berasal dari bantuan Baitul Mal United Stated of Amerika (USA).
Bantuan tersebut diantaranya diberikan kepada ratusan masyarakat di Kurao Pagang Dalam, Kecamatan Nanggalo Padang dalam bentuk bantuan sembako dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penyerahan bantuan itu disambut antusias oleh masyarakat. Manager PKPU Pusat Iwan Basuki menyebutkan, agar bantuan diberikan tepat sasaran kepada para korban gempa, terlebih dahulu dilakukan pendataan dengan melibatkan masyarakat setempat. Sehingga dalam penyaluran bantuan yang dilakukan langsung oleh PKPU Pusat bersama PKPU Padang berjalan dengan baik sesuai dengan harapan penyumbang.
Iwan Basuki mengungkapkan bahwa, meskipun gempa telah berlalu sejak September 2009 silam, tetapi perhatian internasional masih tetap ada. Sebab kebutuhan akan bahan sembako bukan hanya dibutuhkan beberapa hari setelah gempa saja. Buktinya masih banyak masyarakat korban gempa sampai saat ini belum mampu membangun kembali tempat tinggal mereka secara layak. Hal ini termasuk menjadi perhatian dari bantuan luar negeri tersebut.
Bantuan tersebut diantaranya diberikan kepada ratusan masyarakat di Kurao Pagang Dalam, Kecamatan Nanggalo Padang dalam bentuk bantuan sembako dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penyerahan bantuan itu disambut antusias oleh masyarakat. Manager PKPU Pusat Iwan Basuki menyebutkan, agar bantuan diberikan tepat sasaran kepada para korban gempa, terlebih dahulu dilakukan pendataan dengan melibatkan masyarakat setempat. Sehingga dalam penyaluran bantuan yang dilakukan langsung oleh PKPU Pusat bersama PKPU Padang berjalan dengan baik sesuai dengan harapan penyumbang.
Iwan Basuki mengungkapkan bahwa, meskipun gempa telah berlalu sejak September 2009 silam, tetapi perhatian internasional masih tetap ada. Sebab kebutuhan akan bahan sembako bukan hanya dibutuhkan beberapa hari setelah gempa saja. Buktinya masih banyak masyarakat korban gempa sampai saat ini belum mampu membangun kembali tempat tinggal mereka secara layak. Hal ini termasuk menjadi perhatian dari bantuan luar negeri tersebut.
