PKPU Paparkan Final Riview Program PRBBK Gunung Talang
18 Januari 2012 16:41
PADANG - Pelaksanaan Program Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK-SCDRR) oleh Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Padang di Nagari Batu Bajanjang, Kabupaten Solok Sumatera Barat dinilai sukses sesuai dengan taerget dan output capaian yang diharapkan oleh UNDP sebagai donor.
Ada sembilan output yang dihasilkan dalam program PRBBK setelah selesai dilaksanakan selama satu tahun lebih tersebut, tepatnya di Jorong Gurah dan Jorong Bawah Gunung Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya.
Di antara Sembilan output tersebut yaitu menjadikan masyarakat mampu mengenal potensi dan kerentanan bencana di daerah mereka serta menyusun rencana aksi komunitas. Disamping itu juga telah terbentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di kedua Jorong yang dilegalisasi oleh Wali Nagari.
Kemudian tersusunnya rencana penanggulangan bencana dan rencana kontigensi, teridentifikasinya kearifan lokal. Yang paling penting lagi terujinya perangkat penanggulangan bencana melalui simulasi yang sukses dilaksanakan Desember lalu. Tersusun dan terdokumentasikannya modul-modul pembelajaran. Intinya adalah terbangunnya sikap kemandirian masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman gunung meletus yang bisa terjadi kapan saja.
Paparan output tersebut dipresentasikan tim PKPU Padang H Faridansyah, Dedi Abdul Kadir dan lainnya dalam final riview Program PRBBK yang digelar di Kantor Bappeda Kabupaten Solok dengan dihadiri pihak PCISU-SCDRR, CPRU-UNDP, Bappenas, BNPB, PPMU SCDRR Provinsi Sumbar, unsur Tim Teknis pemerintah daerah kabupaten Solok. Selain itu turut hadir dua lembaga lainnya yang mendapatkan dana hibah di lokasi berbeda di Solok.
Kepala Bappeda Solok, Taufik Effendi menilai keberadaan program ini sangat membantu masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi Gunung Talang yang pernah beberapa kali menunjukan aktivitas membahayakan. Program ini menjadi pilot project dan diharapkan dapat diberikan kepada belasan nagari lainnya di Solok yang dianggap memiliki kerentanan tersendiri. Masih ada 71 nagari lagi yang perlu mendapatkan program serupa.
Untuk melengkapi final riview tersebut, tim dari UNDP dan Pemkab Solok melakukan tinjauan langsung ke Jorong binaan PKPU untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Dari program PRBBK ini masyarakat sudah dapat secara mandiri mengorganisir sendiri persoalan kebencanaan di Gunung Talang karena mereka menyadari bahwa salah satu hal dalam menghadapi bencana yaitu dengan melakukan pengurangan resiko bencana. (PKPU/Elfiyon Julinit/Padang)
