PKPU Paparkan Hasil Akhir PRBBK di Batu Bajanjang di Tingkat Provinsi
27 Januari 2012 07:48
PADANG - Bertempat di Hotel Pangeran Beach Padang, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU bersama dua lembaga lainnya kembali diberikan kesempatan oleh UNDP untuk mempresentasikan hasil final dari Program Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK-SCDRR) di tingkat Provinsi yang dilaksanakan di dua jorong di kaki Gunung Merapi Talang.
Presentasi dari PKPU yang disampaikan langsung oleh Kepala Cabang PKPU Padang H Faridansyah ini sekaligus sebagai rangkaian seremonial penutupan program Safer Communities Through Disaster Risk Reduction (SCDRR), Kamis (26/1/2012) yang telah berjalan satu tahun penuh kerjasama PKPU dengan UNDP dan Beppenas.
Dihadapan jajaran stakeholder dari Kabupaten Solok yang menjadi lokasi program serta jajaran pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, Faridansyah memaparkan output yang telah dicapai selama program itu dilaksanakan di dua jorong yaitu Jorong Gurah dan Jorong Bawah Gunung Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok.
Intinya adalah, dengan program ini masyarakat di kaki Gunung Merapi Talang menjadi lebih siap dalam menghadapi bencana gunung meletus yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Kedua Jorong ini merupakan komunitas masyarakat paling dekat dengan Gunung Talang dan memiliki tingkat resiko paling rentan di bandingkan dua lokasi program lainnya di daerah yang sama.
“Insya Allah keberadaan program ini bermanfaat bagi masyarakat menjadi lebih siap menghadapi bencana. Masyarakat dapat memetakan potensi kerawanan bencana dan mengambil langkah jika gunung ini meletus,” kata Faridansyah di hadapan hadirin.
Keberhasilan program dilaksanakan oleh PKPU yang didanai dari UNDP Dfid, Unescap dan Aus AID tidak lepas dari peran besar masyarakat dan aparatur di tingkat nagari dan jorong, kecamatan dan kabupaten yang bersama-sama melakukan pembinaan bersama PKPU. Titik keberhasilan itu, ungkap Faridansyah, terefleksi dari pelaksanaan simulasi bencana dengan diikuti ratusan masyarakat dengan melibatkan peran aktif masyarakat dalam mengorganisir pelaksanaanya.
Dalam sesi pertanyaan, sejumlah pihak mempertanyakan apakah setelah program ini berakhir maka PKPU juga mengakhiri programnya di Gunung Talang. Menjawab ini, Faridansyah mengatakan, bahwa ruh PKPU itu ada pada pemberdayaan dan PKPU memiliki program lain, bukan terbatas pada PRBBK semata. Hal ini akan menjadi perhatian di dua Jorong binaan PKPU Padang ini.
Masukan lain juga datang dari Kogami serta lembaga Galapagos yang pernah memiliki program di Gunung Talang agar setiap program menghargai kearifan lokal, terutama melibatkan unsur-unsur terkait. Hal ini telah dilaksanakan oleh PKPU selama program ini digulirkan.
Pemkab Solok berharap program PRBBK ini dapat diberikan kepada jorong-jorong lainnya di Solok sebagaimana dilaksanakan di Jorong Gurah dan Bawah Gunung sehingga masyarakat menjadi lebih siap mengadapi bencana gunung merapi. (PKPU/Elfiyon Julinit/Padang)
